Cara membuat upah lembur

Pertanyaan

Menghitung Lembur Lebaran dan Pertanyaan Lain tentang THR

Bagaimana cara menghitung overtime pada H-3, H0 dan H+3 Hari Raya Idul Fitri?

Wawan Komara

Jawaban

Tidak ada peraturan khusus mengenai penghitungan cuti terkait Hari Raya Idul Fitri, sehingga penghitungan lembur tetap mengacu pada Kepmen 102 tahun 2004. Idul Fitri masuk dalam kategori hari libur resmi. Penghitungannya sebagai berikut:

1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 hari kerja 40 jam seminggu maka :

a. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 kali upah sejam.

b. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam, jam keenam 3 kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 kali upah sejam.

2. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 hari kerja dan 40 jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 jam pertama dibayar 2 kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 kali upah sejam.

Mengingat hari raya keagamaan merupakan hari istimewa bagi karyawan, disarankan untuk memberikan "uang insentif" bagi karyawan yang bersedia bekerja di hari yang istimewa ini.

Sekaligus, menjawab beberapa pertanyaan tentang THR yang masih terus mengalir ke redaksi.

Saya mau tanya tentang penambahan tunjangan tetap pada THR. Apakah ada undang-undang yang mengaturnya? (Willy)

Jawab: Ketentuan THR mengacu pada peraturan menteri 04/1994. Pada pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa dasar penghitungan THR adalah gaji pokok ditambah tunjangan
tetap.

Apakah premi kesehatan termasuk tunjangan tetap? Bagaimana jika THR diberikan 5 hari sebelum hari raya? Apakah hal tersebut menyalahi aturan? (Ira)

Jawab:
– Premi kesehatan tidak termasuk dalam komponen gaji, merupakan fasilitas yang diberikan kepada karyawan
– Menurut peraturan menteri 04/1994 THR selambatnya diberikan 7 hari sebelum hari Raya keagamaan.

Sepanjang referensi yang saya ketahui dalam peraturan hanya mengatur waktu pembagian THR dan komponen gaji apa saja yang dibagikan. Permasalahan sekarang, apabila ada karyawan yang mendapat promosi per 1 September ini (yang pastinya skala gaji dia naik). Lalu, yang dipakai sebagai dasar pembagian THR itu gaji sebelum September atau gaji baru? (Maurina – PT Kaltim Pasifik Amoniak, Bontang, Kaltim)

Jawab: Hal-hal seperti ini memang tidak secara detail dijelaskan dalam peraturan. Dalam hal ini kita menggunakan common sense saja dengan cara menghitung THR secara pro rata sbb: (11/12)X gaji lama + (1/12)X gaji baru. Bagaimana, apakah saran ini dapat diterima?

Bagi karyawan yang telah bekerja lebih dari 1 tahun tapi baru mendapat tunjangan jabatan belum 1 tahun ( misalnya 3 bulan ), apakah tunjangan jabatan dibayarkan secara proporsional atau penuh layaknya gaji pokok dalam menghitung THR-nya? (Hasan Basri – PT DPLU, Jakarta)

Jawab: Peraturan yang berlaku memang tidak secara detail membahas mengenai hal ini. Jika mengacu pada azas keadilan maka THR bagi karyawan yang gajinya berubah-ubah dalam 1 tahun terakhir dihitung secara pro rata/proporsional. Dalam kasus ini, THR yang diadapat sbb:(9/12)Xgaji lama + (3/12)X gaji baru.

Sumber : http://www.portalhr.com/klinikhr/compensation/4id2477.html

 

 

Perhitungan Upah Lembur (http://anggara.org/2007/04/17/perhitungan-upah-lembur/)

Berdasarkan UU, perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan, dengan cara perhitungan 1/173 kali upah sebulan.

Dalam hal terjadinya perbedaan tentang bersarnya upah lembur ditetapkan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan kabupaten/kota atau pegawai pengawas ketenagakerjaan propinsi atau oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan pusat

Untuk lebih jelasnya perbandingan pelaksanaan upah lembur dapat dilihat pada table di bawah ini

No

Kerja Lembur

Waktu Kerja 7 Jam sehari dan 40 Jam Seminggu

Waktu Kerja 6 Jam sehari, 5 Hari Kerja, dan 40 Jam Seminggu

1

Pada hari kerja biasa

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 7

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 8

2

Pada hari kerja terpendek

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 5

Tidak ada hari kerja terpendek

7 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam pertama setelah 7 jam dibayar 3 X upah sejam

Jam pertama setelah 8 jam dibayar 3 X upah sejam

3

Pada hari istirahat mingguan

7 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam kedelapan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

Jam kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

4

Pada hari libur resmi yang jatuh pada hari biasa

7 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam kedelapan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

Jam kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

5

Pada hari libur resmi yang jatuh pada hari kerja terpendek

5 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Tidak ada hari kerja terpendek

Jam keenam dibayar 3 X upah sejam

Jam ketujuh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s